Published Oktober 25, 2012 by afrizaldelfansonnbbn

Perjuangan sengit dibalik kelabu

 

Separuh hidupku terbuai dalam pahitnya misteri

Yang menggebu dan menyelubungi jiwa ragaku

Kini ku tak dapat menentang takdir yang menuntunku

Hanya bisa tertatih dan bersabar dalam kegelapan hidup.

 

Ku ingin berkata kepada ombak laut yang bergelombang

“Bawalah daku pergi jauh menyusuri pulau di seberang laut”

Ku tak tahan menjalani perjuangan sengit ini

Bagaikan peristiwa di balik kelabu

 

Aku bukanlah pujangga yang selalu berkhayal dalam impian belaka

Karena ku tahu jalan kebahagiaan masih belum terbuka untukku

Setiap waktu ku berdoa dan memohon pertolongan Tuhan

Berharap semuanya akan berakhir

 

Ku tak ingin rasa letih dan berbaur kepedihan  ini  berlanjut

Dan tak ingin juga orang lain mengalaminya

Biarlah ini menjadi yang pertama dan yang terakhir

Dalam liku-liku kehidupanku yang penuh dengan rintangan.

 

Karya: Afrizal Nababan.

 

 

Pidato dengan tema : “Kekerasan Dalam Rumah Tangga”

Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua. Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang mana kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan, sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan seha wal’afiat, serta kita juga masih diberikan rahmat dan karunia yang melimpah.

Yang saya hormati, para Dewan juri sekalian, dan yang saya hormati juga Bapak/Ibu yang telah hadir di tempat ini, serta yang saya sayangi dan yang saya muliakan teman-teman sekalian yang telah berkumpul di tempat ini.

Pada kesempatan pagi hari ini, perkenankanlah kiranya saya untuk menyampaikan pidato yang bertemakan tentang “Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Baiklah, terlebih dahulu mendefinisikan Apa yang dimaksud dengan Kekerasan Dalam Rumah Tangga secara harafiah. Kekerasan Dalam Rumah Tanggga adalah suatu tindak kekerasan yang dilakukan di dalam kehidupan rumah tangga, baik oleh suami maupun oleh isteri. Namun kalau menurut penalaran saya, Kekerasan Dalam Rumah Tangga itu dapat juga diartikan sebagai Ketidakseimbangan antara harapan dengan kenyataan di dalam kehidupan rumah tangga. Ketidakseimbangan tersebut dapat berupa perlakuan yang tidak adil oleh Suami terhadap isteri maupun Isteri terhadap Suami.

Kekerasan Dalam Rumah Tangga sudah menjadi hal yang biasa untuk dibicarakan, sebab kebanyakan Orang-orang yang telah berumah tangga hampir sudah sering melakukan tindak kekerasan yang dapat merugikan kedua belah pihak, dan juga akan menimbulkan percekcokan di antara kedua belah pihak. Banyak sekali contoh-contoh dalam Kekerasan Dalam Rumah Tangga ini, seperti misalnya Seorang suami memaksa sang Isteri untuk bekerja mencari uang, sedangkan sang Suami malah keasyikkan tidur ataupun bersantai-santai di rumah. Lalu ada lagi, misalnya sang Suami menganiaya sang Isteri dengan perlakuan yang kasar dan mengucapkan kata-kata yang tidak pantas diucapkan kepada sang Isteri. Tak jarang juga kita lihat malah sebaliknya, seorang isteri melakukan suatu tindak Kekerasan dalam rumah tangga, misalnya disaat keadaan ekonomi sang suami lagi meningkat ataupun Sang Suami mendapat pekerjaan yang mapan, sang isteri dengan setianya mendampingi sang Suami dan melayani suami dengan memenuhi permintaan sang suami.

Akan tetapi, ketika suami dalam keadaan terpuruk atau kondisi ekonomi suami bangkrut, atau juga misalnya sang suami terkena PHK oleh Perusahaan tempat sang suami bekerja, sehingga sang suami kehilangan pekerjaan dan tidak bisa lagi memenuhi keinginan sang isteri untuk membeli kebutuhan hidup sehari-hari. Dalam kondisi seperti ini, sang isteri malah membentak-bentak suami dan memaksa suami untuk mencari pekerjaan luar yang gajinya tidak seberapa, dan pekerjaan nya juga berat, misalnya menjadi kuli bangunan.Sementara, sang suami masih dalam kondisi stress maupun depresi, karena telah kehilangan pekerjaanya, dan jatuh sakit gara-gara terlalu banyak pikiran. Si isteri kan seharusnya menghibur sang Suami dan memotivasi suami agar dapat bangkit dari keterpurukan yang mereka alami, namun malah sang isteri mematahkan semangat sang suami dan memaksa sang suami untuk mencari uang dengan berbagai cara, dan kadang kala sang isteri menyuruh suami untuk mencari pekerjaan yang tidak halal seperti Merampok Bank ataupun mengedarkan narkoba, demi mendapatkan uang yang banyak. Tentunya dengan keadaan seperti ini, malah akan menambah permasalahan di dalam kehidupan rumah tangga mereka.Faktanya, ada juga seorang isteri yang tega meninggalkan sang suami, karena sang suami tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan sang isteri dengan meminta cerai kepada suami, dan mencari laki-laki lain yang mempunyai pekerjaan yang lebih mapan dan lebih kaya raya. Hal-hal yang seperti ini dapat menimbulkan berbagai dampak yang merugikan. Apa saja dampak kekerasan yang dialami sang isteri ketika mendapatkan perlakuan kasar dari suami, atau sang suami diperlakukan kasar oleh sang isteri?. Dampak dari kekerasan terhadap kedua belah pihak adalah seperti mengalami sakit fisik, tekanan mental, menurunnya rasa percaya diri dan harga diri, mengalami rasa tidak berdaya, mengalami stress pasca trauma, dan bahkan dapat menimbulkan keinginan untuk bunuh diri untuk mengakhiri hidupnya dari keterpurukan yang dialami. Dampak dari kekerasan dalam rumah tangga ini juga dapat berpengaruh bagi anak, kemungkinan kehidupan sang anak akan dibimbing dengan kekerasan, peluang terjadinya perilaku yang kejam pada anak-anak akan lebih tinggi, anak juga akan dapat mengalami depresi. Dan anak juga dapat berpotensi untuk melakukan kekerasan pada pasangannya nantinya apabila telah menikah  karena anak mengimitasi perilaku dan cara memperlakukan orang lain sebagaimana yang telah dilakukan oleh orang tuanya. Bapak/Ibu sekalian perlu kita ketahui bahwa terjadinya kekerasan dalam rumah tangga ini, akan dapat menjadi budaya dan tradisi yang mencolok di dalam kehidupan rumah tangga, serta akan diwariskan secara turun temurun apabila, tindakan kekerasan dalam rumah tangga ini tidak segera diakhiri.

KDRT tidak akan terjadi jika tidak ada penyebabnya. Banyak factor-faktor yang menyebabkan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Beberapa faktor tersebut misalnya: Adanya perbedaan antara posisi laki-laki dan perempuan dalam masyarakat tidak sama, sehingga akan menimbulkan terjadinya sikap saling merendahkan dan tidak menghargai posisi satu sama lain, Adanya persepsi mengenai kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga harus ditutupi karena merupakan masalah keluarga dan bukan masalah social, sehingga permasalahan dalam rumah tangga tidak akan bisa diketahui dan dibantu oleh masyarakat setempat.

Untuk menurunkan kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga maka masyarakat perlu digalakkan pendidikan mengenai HAM dan pemberdayaan perempuan; menyebarkan informasi dan mempromosikan prinsip hidup sehat, anti kekerasan terhadap perempuan dan anak serta menolak kekerasan sebagai cara untuk memecahkan masalah; mengadakan penyuluhan untuk mencegah kekerasan; mempromosikan kesetaraan jender; mempromosikan sikap tidak menyalahkan korban melalui media. Sedangkan untuk pelaku dan korban kekerasan sendiri, sebaiknya mencari bantuan pada Psikolog untuk memulihkan kondisi psikologisnya.

Bagi suami sebagai pelaku, bantuan oleh Psikolog diperlukan agar akar permasalahan yang menyebabkannya melakukan kekerasan dapat terkuak dan belajar untuk berempati dengan menjalani terapi kognitif. Karena tanpa adanya perubahan dalam pola pikir suami dalam menerima dirinya sendiri dan istrinya maka kekerasan akan kembali terjadi.

Suami dan istri juga perlu untuk terlibat dalam terapi kelompok dimana masing-masing dapat melakukan sharing sehingga menumbuhkan keyakinan bahwa hubungan perkawinan yang sehat bukan dilandasi oleh kekerasan namun dilandasi oleh rasa saling empati. Selain itu, suami dan istri perlu belajar bagaimana bersikap asertif dan me-manage emosi sehingga jika ada perbedaan pendapat tidak perlu menggunakan kekerasan karena berpotensi anak akan mengimitasi perilaku kekerasan tersebut. Oleh karena itu, anak perlu diajarkan bagaimana bersikap empati dan memanage emosi sedini mungkin namun semua itu harus diawali dari orangtua.

Demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan. Apabila ada terdapat beberapa kesalahan, atau pun perbendaharaan kata dari pidato saya ini kurang berkenan, saya mohon maaf. Selamat Pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.

 

 

 

 

One comment on “

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: